Wednesday, July 15, 2009

Gig Gossip: Soulnation Festival Datang Lagi


Ini menjadi kali kedua. Nama aslinya panjang banget, Jakarta International Java Soulnation Festival, lebih sering disebut sebagai Soulnation festival saja. Seperti biasa, Java Festival Production memang jagonya bikin wish list. Yang masih dalam wish list adalah Flo Rida, John Legend dan Joss Stone, yang justru diharapkan bisa menyedot lebih banyak penonton. Justru yang sudah dikonfirmasi adalah Arrested Development, yang calon penonton jaman sekarang mungkin tidak mengenalnya, karena itu Google bisa sangat membantu. Dan Tortured Soul yang sebelumnya masuk dalam bill festival Jazz. Jadi masih mengharap wish list kan.....

Tanggalnya masih jauh, 30 dan 31 Oktober. Keep your fingers crossed. Kalau memang yakin ajang ini bakal seru, tiket sudah bisa dibeli walau tiket special show belum ada. Melihat dari tahun lalu, event ini termasuk event yang wangi.
Sebenarnya Hip Master masih ingin lebih banyak berkomentar. Tapi lebih baik dicicil untuk bahan posting berikutnya toh. Belanda masih jauh. Masih perlu bahan lebih banyak buat perpanjang nafas.


Hip Master

Tuesday, July 14, 2009

Whatever: Mbah Surip Is The Best

Baru masuk ke pertengahan tahun tapi kita sudah mendapatkan artis Indonesia terbaik tahun ini. Lagunya pun adalah lagu terbaik tahun ini. Sayangnya titel album terbaik tahun ini masih tetap diperebutkan sampai akhir tahun.

Mbah Surip dan Tak Gendong adalah penyandang artis dan lagu terbaik tahun ini. Tanpa dketahui muncul dari mana, Mbah Surip bagai misteri tiba-tiba muncul dari perut bumi tanpa kejelasan masa lalu. Tiba-tiba Mbah dengan rambut gimbal rasta ini mengejutkan blantika musik Indonesia sekaligus mengobrak-abriknya.

Sebelumnya Mbah Surip bukan siapa-siapa. Beliau adalah artis yang dibesarkan oleh jejaring sosial, yang kemudian dieksploitasi oleh media konvensional, termasuk televisi, setelah muncul dari permukaan. Video klip Tak Gendong beredar luas lewat Facebook dan memenuhi inbox email kantor. Sejauh ini, Mbah Surip adalah artis Indonesia pertama yang menjadi hit berawal dari Internet.

Dalam kesuksesannya pasti banyak yang menghujat, bagaimana lagu seperti ini bisa ngetop abis. Apakah publik Indonesia sudah benar-benar kehilangan selera warasnya? Ketika Not-so-pink Chick mendengarnya pertama kali, yang keluar dari mulut adalah what the f...

Tapi lagu ini begitu mudah dicerna, begitu mudah untuk ditertawakan, begitu mudah dihapalkan, begitu mudah dinyanyikan. Dan anjritnya lagi, tidak mau hilang dari kepala. Definitely it is going to be a hit!

Mbah Surip layak mendapatkan Rp 4,6 milyarnya dari RBT saja. Tak Gendong layak dinyanyikan oleh anak-anak riang gembira sampai yang tua sambil malu-malu. Beat that!




Not-so-pink Chick

Gig Gossip: Java Rockin' Land Akhirnya Mengeluarkan Jadwal Walaupun Dengan Catatan

Tinggal kurang dari satu bulan lagi, akhirnya Java Rockin' Land mengeluarkan jadwalnya, walaupun dengan catatan jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu. Memang tidak ada yang pasti di negeri ini.

Untuk pendeknya, berikut beberapa highlight untuk tiap-tiap tanggal. Hari pertama, 7 Agustus, adalah harinya scene lokal yaitu Koil, Seringa, Naif, Pure Saturday dan dedengkot tua Go Bless. Lagian siapa yang menunggu Melee dan Vertical Horizon?

Hari kedua, 8 Agustus, menderetkan Komunal, White Shoes & The Couples Company, The SIGIT, Burgerkill, Efek Rumah Kaca dan puncaknya Mr Big. Di hari ketiga, 9 Agustus, ada Good Night Electic, The Upstairs, Discus, beberapa artis dari arus uama dan ditutup Mew.

Bisa ambil tiga hari semuanya dengan harga tiket lebih murah atau ambil satu - dua hari saja tergatung selera.

Terlihat di jadwal nama-nama artis baik underground maupun arus utama lokal, hampir semuanya masuk dalam daftar. Terus tahun depan artis lokalnya siapa yang bakal mengisi agar lebih variatif?

Old Skuller

Daftar Penting Gak Penting Gitu Deeeh: Top 5 Original Score Film yang Terngiang-ngiang di Telinga

Film tidaklah lengkap tanpa score yang mengiringi adegan di dalam film untuk memperkuat emosi yang dirasakan penonton. Banyak yang score-nya dilupakan, beberapa yang kemudian menjadi abadi. Terus terngiang di kepala, bahkan menjadi lagu pengiring saat kita menjalani keseharian.

Berikut top 5 original score film yang tidak bisa dilupakan, sekaligus memberikan dorongan emosi kuat saat terdengar.


5. Speed
Film yang menegangkan butuh musik pendukung yang juga menegangkan. Jangan bayangkan kalian naik bis diiringi score dari Speed. Lebih ny
aman mendengarkannya saat kalian di belakang kemudi dan melaju kencang.

4. The Godfather
Score film mafia terbaik ini punya dua sisi, cinta dan pembunuhan. Pakai jas terbaik kalian, putar scorenya, dan rasakan secuil sentuhan mafia berdarah-darah, tapi tetap elegan.

3. The Good, The Bad and The Ugly
Cabut pistol kalian, dan tembakkan ke musuh di daerah barat yang liar. Mendengar nada awalnya saja sudah membawa kita ke peradaban barat nan liar yang panas, sekaligus menantang.

2. Raiders of The Lost Ark
Memenuhi segala aspek untuk mengiringi perjalanan Indiana Jones mendapatkan artefak berharga. Dari scorenya saja membuat film-film petualangan lain seperti sampah.


1. Star Wars

Mengantar kita luar angkasa nun jauh di sana. Kalau kalian merinding saat mendengarnya, maka kalian termasuk dalam golongan freak. Jangan takut, kalian tidak sendiri, dan tidak sedikit.



Hip Master

Monday, July 13, 2009

Tech and Ent: Digital Hampir Membunuh Film Layar Lebar dan Bioskop

Indonesia termasuk negara yang dimanjakan oleh Hollywood. Lihat saja, pemutaran perdana film-film blockbuster hanya selisih hari atau bahkan bisa saja lebih dahulu daripada di sana. Jangan terlena dulu. Semua ini bukan karena Hollywood benar-benar mengistimewakan negara ini. Pemutaran perdana besar-besaran di seluruh dunia dikarenakan industri besar itu tidak mau kehilangan pundi-pundi uangnya.

Sebelum jaman ini datang, kita yang di Indonesia harus menunggu berbulan-bulan untuk sampai akhirnya menonton film yang sudah duluan hit di negara-negara lain serta artikel yang memuja-muji film tersebut sudah terpampang di mana-mana. Yang terjadi adalah kita sabar menunggu sampai filmnya naik ke bioskop, atau karena tidak ada kepastian kita menontonnya dari produk bajakan. Kalau saja jadwal tayang di bioskop terpaut waktu agak lama, maka bioskop bisa jadi sepi. Dengan kualitas produk bajakan yang buruk, paling tidak penonton sudah menikmati film itu sendiri ditambah rasa tidak ketinggalan.

Pemutaran perdana di banyak layar adalah antisipasi Hollywood terhadap pembajakan. Internet telah membuat bajakan bergerak lebih cepat. Tanpa perlu pengiriman keping fisik digital, hanya dari komputer di kamar, satu film yang baru saja selesai tayang perdana di belahan negara lain dapat didownload. Ini menyebabkan kerugian bagi Hollywood dan pengusaha bioskop.

jika dibandigkan dengan industri musik yang sudah terlanjur kacau balau, industri film masih sedikit beruntung. Hollywood ibaratnya diisi oleh pihak artis dan label, sedangkan bioskop di sini bertindak sebagai toko CD. Menjual film baru masih diuntungkan dengan hype, di mana calon penonton ingin buru-buru menonton sebelum ketinggalan. Menonton adalah gaya hidup. Ini berbeda dengan musik yang konsumennya merasa tidak apa-apa kalau ketinggalan sebentar.

Saat Hollywood, pihak importir film dan bioskop melihat peluang dan resiko kehilangan yang besar, maka ide pemutaran perdana besar-besaran diusung. Film baru yang diperkirakan akn menyedot banyak penonton diberi layar sebanyak-banyaknya. Kalau perlu dalam satu cineplex hanya menayangkan film itu saja.

Cara berjualan seperti ini membuat penonton mendapatkan peluang lebih besar untuk mendapatkan tiket dibandigkan jaman dulu yang satu sinepleks paling hanya menyediakan dua layar saja untuk film baru. Generasi sekarang ini memang dimanja dengan kecepatan, sehingga mereka merasa termasuk dalam komunitas global. Walaupun hanya lewat menonton film.

Old Skuller

Whatever: Selera Musik Tidak Sejalan Dengan Perilaku Lalu Lintas

Ada penelitian yang mengatakan perilaku seseorang bisa dipicu oleh musik yang didengarnya. Misalnya kalau suka lagu menye-menye, maka orangnya romantis, sedangkan kalau musiknya metal nan bising maka perilakunya akan cenderung agresif. Apakah ini berlaku di Indonesia?

OK. Kita harus akui disiplin tertib lalu-lintas di tanah air ini sedang rendah-rendahnya. Jalur satu arah dibuat dua arah, ngebut sembarangan, berhenti di tempat yang bukan tempatnya, berputar di tempat yang bukan tempatnya dan lain-lain. Walaupun tidak semuanya begitu, tetapi cukup untuk dibilang banyak orang-orang yang tidak mempedulikan etika berlalu-lintas demi kepentinganya sendiri untuk bisa lebih cepat sampai di tujuan.

Kalau disambungkan dengan penelitian tentang musik, maka seharusnya para pemakai jalanan lebih banyak mendengarkan musik keras. Tapi kami tidak percaya.

Publik Indonesia lebih menyukai musik mendayu-dayu, dan ini mereka bawa saat berkendara. Pengendara mobil memutar lagu-lagu merdu populer, tapi tetap seperti buta melihat rambu jalan. Pengendara bis malam memutar video bajakan berisikan klip lagu-lagu melayu, dan mereka tetap memacu badan panjangnya seperti kesetanan.

Kalau pengendara motor? Sebelum berangkat mereka mendengarkan radio yang memutar lagu populer dahulu. Atau mencolokkan headphone ke kedua telinga sambil terus menyusuri jalan. Pantas mereka susah mendegarkan.

Not-so-pink Chick
Ditulis di hari pertama anak-anak sekolah kembali masuk, dan kita semua tahu apa akibatnya bagi lalu-lintas Jakarta

Video Not Dead Yet: The Black Eyed Peas - I Gotta Feeling



Lagu ini menjadi anthem wiken Hip Master. Sangat, sangat party to the core.

Mendengarnya saja sudah membuat melonjak-lonjak ingin segera berpesta. Video klipnya meperlihatkan attitude sekaligus bagaimana seharusnya pesta dilakukan.

And Fergie still rules!

Review albumnya is coming up.

Hip Master

Review Film: Transformers - Revenge Of The Fallen


Lebih luas, lebih besar, lebih banyak. Yeah! Kalau masih komplain juga, kalian adalah manusia serakah yang tidak ada puas-puasnya. Michael Bay telah bersusah payah mengaransemen akting manusia biasa berpadu dengan CGI. Paling tidak, beri dia sedikit penghargaan.

Sekuel kedua Transformers layar lebar ini menggeber keseruan habis-habisan dari awal sampai akhir. Banyak ledakan akibat perang Autobot dan Decepticon di bumi yang terus berlangsung. Varian robot baru bermunculan, sampai puncaknya beberapa robot Decepticon bergabung menjadi satu robot tinggi besar.

Manusia yang menjadi peran pembantu, seperti film Michael Bay sebelumnya, terus berkeringat berkejar-kejaran terancam nyawanya oleh pihak Decepticon. Masih khas dari Michael Bay, film ini menjadi semakin epik dengan adegan slow motion, bukan hanya manusia betulannya, pertarungan robot pun dibuat koreografer cantik (walau kadang membingungkan karena terlalu cepat) dalam adegan lambat.

Sampai sini, masih ingin cerita? Tidak penting lagi. Yang penting seru. Dua jam lebih para robot dan manusia bertarung. CGI, eksplosif, mobil eksotis, motor cepat dan Megan Fox tidak bisa ditandingi.


Buat mereka yang memberi komentar miring, mengenai cerita usaha kembali menghidupkan Optimus Prime dengan usaha Decepticon menguras matahari sebagai sumber energi, terlalu dipaksakan untuk mengeluarkan aksi, seharusnya mereka tidak perlu duduk selama itu di bioskop hanya untuk mengetahui bakal ada sekuel ketiganya. Aksi seru menghibur kami. Tidak usah banyak omong lagi.


Hip Master
 

Copyight © 2009 Live@Loud. Created and designed by