Tuesday, July 6, 2010
Layar Perak: Pengantin Topeng, Judul Dengan Tata Bahasa Membingungkan
Ada film Indonesia dengan judul bahasa Inggris, dan kali ini akan menyusul tren baru, judul film berbahasa Inggris yang salah diartikan. Kalau dalam bahasa Inggris bisa berjudul Bride/Groom Mask, di bahasa Indonesia seharusnya menjadi Topeng Pengantin, yang berarti topeng yang digunakan oeh pengantin. Tetapi film ini mengambil judul Pengantin Topeng yang berarti pengantin berasal dari topeng, seperti pengantin Jawa, pengantin Sunda dan sebagainya.
Isinya bukan menceritakan tentang problema rumah tangga penggantin baru, tetapi ini adalah film bertemakan slasher haus darah yang membabi buta membunuhi perempuan berbikini dan pacar bodohnya. Bikini, teriakan panik perempuan, pacar lelaki bodoh dan...pantai. Seperti deja vu.
Kalau saja Rizal Matovani mempatenkan formula film slashernya, dia pasti akan mendapatkan banyak uang dan tidak perlu membuat film slasher horor lainnya lagi.
Hip Master
Labels:
Hip Master,
Layar Perak,
Pengantin Topeng,
Rizal Mantovani
Monday, July 5, 2010
Daftar Penting Gak Penting Gitu Deeeh: 6 Alasan Tidak Melewatkan Eclipse

Edward Cullen dan Bella Swan bercakap-cakap di padang bunga membicarakan rencana pernikahan mereka. Bella berusaha menyankinkan dirinya dan pacarnya yang pucat bahwa Bella masih kurang pucat dan perlu transformasi untuk menjadi makhluk abadi. Edward masih berusaha agar Bella berubah pikiran dan tetap menjadi makhluk lemah agar Edward punya alasan untuk selalu jadi pelindungnya. Keputusan belum sepenuhnya terpenuhi. Tapi mereka masih harus menghadapi tantangan berikutnya. Memberitahukan ayah Bella, bahwa mereka akan segera menikah. Ini akan menjadi thriller terhebat di film ke-empatnya bagian pertama. Layar menghitam memunculkan titel kredit, dan kepala ini terhenyak kenapa film ini harus ditonton. Oh tidak saya baru saja selesai menontonnya!
Saya, kamu dan kita tidak sendiri. Untuk menghibur diri, berikut daftar alasan mengapa menonton Eclipse tidak boleh dilewatkan.
- Menonton film pertamanya Twilight adalah sebuah kesalahan, berharap film keduanya New Moon akan lebih baik dari film pertama. Ternyata film kedua juga tidak mendatangkan perbaikan. Kembali berharap yang ketiga akan lebih baik.
- Terlanjur menonton dua film sebelumnya. Dan alasan ini akan muncul lagi saat menonton film ke-empat.
- Mengaku diajak pacar, tunangan, istri, adik, kakak, tante, ibu, atau apa lah yang hubungan keluarga atau akan jadi hubungan keluarga.
- Saking kepingin dianggap eksis, maka mengikuti trending topic di Twitter.
- Berharap tidak hanya Jacob Black dan Edward Cullen yang buka baju.
- Tidak percaya dengan review dari L@L.
Gig Gossip: Edenbridge Urung, Tapi 2 Dari Mereka Akan Tetap Datang

Karena urusan dan masalah teknis, Edenbridge menunda konsernya sampai ke bulan November 2010. Agar penonton tidak kecewa dan menunjukkan bahwa konser mereka tidak dibatalkan, dua dari mereka, Sabine Edelsbacher pada vokal dan Arne 'Lanvall' Stockhammer pada gitar dan keyboard, akan berkunjung ke Jakarta pada tanggal 10 Juli ini.
Kalau urusan promosi album tidak mungkin, karena album terbaru mereka Solitaire tidak secara resmi beredar di Indonesia. Panitia yang mendatangkan Edenbridge menyebut ajang ini sebagai meet and greet dengan penggemarnya. Tiketnya pun dijual lebih mahal dari harga konsernya sendiri. 120 ribu sudah bisa bertemu dua pentolan Edenbridge di Mario's Cafe dan satu kali minum. Tentu saja lebih mahal karena di konsernya kita tidak dapat minum dan tidak bisa minta tanda tangan. Da kapan lagi bisa bertemu tatap muka secara lebih dekat dengan Sabine Edelsbacher? Kalau di konser tentunya penonton akan dibatasi barisan barikade, jauh di atas panggung dan lebih banyak yang hadir menonton.
Selain itu, dengan harga 120 ribu, penggemar Edenbridge bisa mendapatkan suvenir yang tidak dijelaskan suvenirnya apa.
Old Skuller
Labels:
Edenbridge,
Gig Gossip,
Old Skuller
Gig Gossip: Lebaran Lewat, Bersiap Exodus

Nanti setelah bulan puasa dan Lebaran lewat, artis-artis internasional akan berhamburan kembali ke Indonesia. Bersiap untuk menghadapi serangan thrash dari band thrash kawakan yang termasuk band paling awal yang mengibarkan thrash. Exodus akan diboyong Solucites dalam perhelatan tanggal 29 September tahun ini di Plaza Selatan, Gelanggang Olah Raga Senayan, Jakarta.
Baru-baru ini Exodus meluncurkan album terbarunya berjudul Exhibit B: The Human Condition. Band kugiran ini pertama kali mengeluarkan album pada tahun 1985. Album pertamanya, Bonded By Blood, termasuk dalam jajaran album metal klasik.
Old Skuller
Labels:
Exodus,
Gig Gossip,
Old Skuller,
Solucites
Thursday, July 1, 2010
Review Film: The Twilight Saga: Eclipse

Pergantian tampuk sutradara membawa secercah dan sediit peningkatan dibandingkan dua film sebelumnya. Adegan aksi mendapat durasi lebih banyak serta lebih panjang, sementara sutradara tetap bergelut dengan masalah adegan hubungan Edward dan Bella yang tidak menyakinkan. Karena Bella yang labil, ini menyebabkan saya yang duduk di bangku penonton tidak percaya kalau Bella mencintai Edward juga sekaligus mencintai Jacob.
Film Eclipse berpijak di dua tempat, satu kaki ingin memberikan ketegangan perkelahian mistis sedangkan kaki satunya lagi ingin mempertahankan romansa asmara. Adegan perkelahian mengalami peningkatan, tetapi adegan cinta melangkah di tempat. Kalau saja pemeran Edward dan Bella bisa diganti, mereka sebaiknya diganti. Karena tidak bisa diganti, mungkin diperlukan seorang sutradara bertangan besi atau produser seperti Les Grossman untuk membuat mereka lebih terlihat saling mendambakan satu sama lain di layar.
Adegan berdua antara vampir dan manusia ini seakan menjadi siksaan dan membuat saya ingin buru-buru mengetahui bagaimana kelanjutan sekumpulan vampir baru melawan keluarga Cullen yang kini dibantu pakta serigala. Bahkan saat Edward melamar Bella, saya tidak merasakan apa-apa dan tidak berharap nantinya akan dilamar oleh vampir.
Yang lebih menarik dari film sebelumnya adalah justru saat ketiga tautan cinta segitiga bertemu dalam satu adegan. Dengan banyaknya gurauan yang mengarah ke cercaan di Internet, Edward berkomentar apakah Jacob tidak punya baju, dan di adegan yang lain Jacob membalasnya kalau dia lebih 'panas' daripada Edward.
Akhirnya Eclipse menuntaskan plot dendam Victoria terhadap Bella dan menyusun kelanjutan bahwa di sekuel berikutnya keluarga Cullen akan menghadapi tantangan dari Volturi. Sejauh ini, Eclipse adalah yang terbaik dibandingkan dua film sebelumnya. Tapi masih belum bisa memuaskan karena terlalu sibuk untuk membahagiakan para perempuan yang menahan nafas saat melihat badan indah Jacob. Begitu sibuknya sampai saya baru sadar juga sampai film berakhir, gerhananya mana ya?
Not-so-pink Chick
Labels:
Eclipse,
Not-so-pink Chick,
Review Film,
Twilight
Video Not Dead Yet: Muse - Neutron Star Collision (Love Is Forever)
Ini menjadi video klip yang serba biasa. Sebagai soundtrack dari eclipse, penyelipan scene dalam klip juga biasa. Cara menampilkan scene dalam latar belakang panggung juga sudah biasa. Kalau scene Eclipse juga dihilangkan, Muse yang berada di atas panggung dan berganti warna karena lampu juga sudah biasa.
Hip Master
Labels:
Eclipse,
Hip Master,
Muse,
Video not dead yet
Gig Gossip: Satu Lagi Tanggal Untuk Konser Slash Di Indonesia

Awalnya jadwal panggung Slash di Indonesia hanya pada tanggal 3 Agustus di Jakarta. Tapi karena Slash urung datang ke Bangkok pada tanggal 31 Juli, Mahaka Entertainment dengan sigap menawarkan Surabaya untuk mengisi jadwal Thailand yang hilang. Gayung bersambut dan jadilah Slash menyambangi penggemarnya di Surabaya.
Pemegang tiket di Jakarta boleh kecewa sdah memebli tiket dengan harga terlalu tinggi. Di Surabaya, tiket pertunjukan Slash dijual dnegan harga 350 ribu dan 250 ribu. Keduanya adalah kelas berdiri dengan harga termahal seharusnya di paling depan dong.
Untuk mereka yang ingin menonton Slash dari luar Jakarta, lebih baik terbang ke Surabaya. Karena tiket lebih murah, penginapan lebih murah, makan lebih murah, tidak terlalu macet dan segalanya yang membuat Jakarta terlihat keterlaluan.
Old Skuller
Labels:
Gig Gossip,
Konser,
Old Skuller,
Slash
Layar Perak: XXI Epicentum Epik
Dari satpam yang berjaga di lobi Epicentrum kami mendapatkan jawaban kalau XXI berlokasi di ujung dari Epicentrum. XXI menempati bangunan sendiri di sayap Epicentrum, sehingga membuat saya terlihat bodoh kala menanyakan di lantai mana XXI terdapat. Melihat wujud bangunannya, saya baru menyadari mengapa XXI Epicentrum menempati bangunan sendiri, karena satu studio XXI di Epicentrum adalah studio yang terbesar dengan kapasitas sampai 500 orang.Dengan studio yang besar, saya sempat berpikir akan melihat banyak kerumunan orang mengantri tiket dan menunggu jam tayang Eclipse, tapi saya ternyata salah. Mungkin karena baru dibuka semenjak Mei lalu, belum banyak orang yang tahu.
Memasuki studio 1 yang besar, kami crew L@L mendapat tempat duduk lima baris dari depan. Awalnya saya pikir deretan ini adalah baris yang paling maksimal untuk menonton bioskop. Tapi saat saya melihat layar di studio 1, baru saya sadar mengapa mbak-mbak yang memberikan tiket bertanya sampai dua kali apakah kami yakin dengan pilihan kami.
Karena studionya termasuk berukuran jumbo, layar yang dipakai juga ekstra besar. Belum sebesar layar Imax di Keong Emas, tetapi dari pengalaman kami berpindah-pindah bioskop, ini adalah layar terbesar yang pernah kami lihat. Di lain waktu, saya pasti akan memilih deret lebih ke belakang dan tidak mungkin bersedia untuk menonton di baris paling depan di XXI Epicentrum.
Pengalaman layar besar ini terasa cukup berbeda. Saya merasa lebih menonton bioskop dari pada biasanya, apalagi dibandingkan dengan studio kecil. Ini membuat XXI Epicentrum bisa menjadi pilhan untuk menonton film-film berkelas epik.
Hip Master
Labels:
Hip Master,
Layar Perak,
XXI
Subscribe to:
Posts (Atom)