Monday, November 30, 2009

Review Album: Owl City - Ocean Eyes


Kapan terakhir kalinya kita dengar satu album pop penuh dan berani mengatakan ini album pop yang keren? Oh belum lama yang lalu, waktu dengar album keduanya Mika. Kini perasaan itu muncul lagi.

Owl City adalah synth pop band yang beranggotakan hanya satu orang saja, Adam Young orangnya. Dalam album yang diberi titel, Ocean Eyes, dengan memajang ikonnya Dubai, Adam Young tidak bertendensi untuk bersusah-susah. Justru itu seharusnya makna pop yang sesungguhnya. Gampang masuk kuping dan terdengar enak tanpa ada rasa bersalah.

Adam Young memainkan mesin drumnnya sehingga selalu memberikan atmosfir gembira dalam setiap lagunya. Synthesizernya memberikan kesan blip-blip lampu kelap-kelip, bukannya di suatu pesta rave, tapi lampu di kamar. Seperti yang digambarkan dalam klip Fireflies.

Perasaan gembira yang datang juga bukan perasaan melonjak-melonjak yang tiba-tiba datang merasuk mengajak berdansa sampai berkeringat. Tapi lebih tepat kalau dikatakan sebagai perasaan gembira ketika kita membuka jendela dan melihat embun pagi.

Kalau didengar sekilas, warna yang ditampilkan di setiap lagu hampir mirip-mirip, yaotu beat drum yang berentet dan synth bebunyian lonceng-lonceng kecil. Tapi putar lagi album ini, variasi beat drumnya menjadi tidak membosankan, dan synthnya adalah suasana yang dibangun untuk setiap lagu.

Owl City - Ocean Eyes, punya apa yang seharusnya ada di setiap album pop. Mudah dan senang untuk didengar. Bahkan album ini lebih tepat kalau dikatakan sebagai indah.

Kami sempat mendengar album ini hampir tidak dirilis di Indonesia. Karena perjuangan dari karyawan Universal Music Indonesia, akhirnya album ini bisa di dapat dengan lebih mudah di sini. Pilihan yang berani dan tepat.

Not-so-pink Chick

Layar Perak: 11 Tahun Jiffest dan Masih Yang Paling Besar


Kalau ada penghargaan untuk festival urban Jakarta yang masih tetap bertahan dan terus konsisten diadakan tiap tahun, maka penghargaan jatuh kepada Jiffest. Tahun ini adalah tahun ke-11 Jiffest hadir di tengah para penggemar film, atau buat mereka yang sekedar ingin ikut meramaikan bioskop.

Selama lebh dari satu dekade Jiffest berusaha menyajikan tontonan alternatif yang bukan biasa kita tonton di studio-studio yang dipenuhi film Hollywood dan film kacangan Indonesia. Sampai kemudian Jiffest mendapatkan saingan, yaitu DVD bajakan yang murah dan mudah sekali didapat. Di tengah deru kisruh digital, Jiffest sempat limbung. Panitia tentu bingung bagaimana menarik calon penonton yang sudah mendapatkan substitusi pemuasan dahaga menonton film lewat DVD bajakan. Jalan yang diambil adalah harus semakin kreatif.

Buat tema yang hip. Seperti yang dilakukan tahun ini dengan memutar ulang film-film Indonesia paling hit dalam 10 tahun terakhir ini. Mereka yang ketinggalan, tentunya tidak mau ketinggalan untuk yang kedua kalinya. Tidak perlu dipungkiri, hasrat menonton film Indonesia itu sebenarnya ada di masing-masing hati para penggila film, cuma kadang ragu saja. 10 ilm paling laris telah dijejerkan, waktunya untuk memperkaya pengalaman nonton film sendiri.

Selain itu, panitia Jiffest harus berkejaran dengan waktu. Film-film yang hendak diputar sebaiknya belum ada DVD bajakannya, paling tidak dalam versi yang "sudah bagus." Dengan begitu penonton bersedia melangkahkan kakinya ke tempat pemutaran.

Yang paling penting adalah eksklusifitas. Maksudnya bukan penonton Jiffest kemudian menjadi golongan eksklusif. Tetapi Jiffest harus punya film jagoan yang hanya diputar di Jiffest lebih dahulu. Tahun ini Jiffest menempatkan Sang Pemimpi, sekuel dari film laris Laskar Pelangi, di posisi terhormat dengan memutarnya di malam pembuka.

Jadi apa yang harus ditunggu? Nyamankan pantat kalian di pemutaran film-film Jiffest. Keterangan lengkap dan jadwal bisa dilihat di sini.

Hip Master

Gig Gossip: BMTH GGL LG


Untuk kedua kalinya, Bring Me The Horizon gagal lagi didatangkan ke Indonesia. Kalau sudah gagal untuk kedua kalinya biasanya tidak akan ada lagi ketiga kalinya. Jadi mari kita lupakan menonton BMTH di Jakarta.

Yang lucu, kegagalan kali ini adalah karena bentrok dengan jadwal rekaman mereka. Berikut kutipan dari blognya Om Adrie:
”Full apologies to all but due to the scheduling of the recording of the
next BMTH record the band will no longer be able to make the trip to
south east asia at the end of May - we would like to look to play in
Indonesia as soon as our schedule allows and we’ll let you know as soon
as we know when that is… BMTH WILL Come!!!”

Aneh sekaligus menggelikan. What a lame excuse. Tidak bisakah mereka mengurus jadwal? BMTH Will Not Come!!!

Not-so-pink Chick

Video Not Dead Yet: All Time Low - Weightless


All Time Low - Weightless

All Time Low | MySpace Music Videos


80-an kembali dijadikan tren di penghujung dekade awal milenium ini. Pop dicopy habis-habisan ditambahi dengan sentuhan sound modern. Tapi era glam rock tidak atau belum berhasil mencapai zaman keemasannya lagi. Atau glam mecari bentuk baru?

Emo dan terusannya yang cukup disebut pop rock sangat laku di era 2000-an ini. Apakah ini bentuk glam yang baru? Secara dandanan, sub genre ini mendapatkan olok-olok yang tiada henti. Secara bentuk musik, emo sampai ke pop rock 2000-an dilecehkan sebagai pengumbar musik yang hanya mengejar popularitas. Mirip dengan glam rock bukan?

Salah satunya adalah All Time Low. Video klip Weightless memberikan gambaran olok-olok yang mereka terima, dan mereka tetap jalan terus karena toh masih tetap dapat dijual. All Time Low memberikan video yang lucu dengan cara menertawakan diri mereka sendiri.

Tonton terus video ini dari awal sampai akhir. Mereka memberikan sesuatu yang glam rock di jaman puncaknya tidak berani melakukannya.

Hip Master

Tayang Televisi: Pertanyaan Paling Bodoh Di Acara Talkshow


Talkshow tidak pernah menjadi acara paling populer di tanah nusantara. Kenapa tidak pernah mendapatkan rating tinggi, kata koran dan majalah yang pernah mewawancarai para pakar media, penonton televisi di Indonesia tidak menyukai tontonan yang bikin otak berpikir.

Karena itu, acara bincang-bincang yang ngawur-ngawuran seperti Empat Mata (sekarang menjadi Bukan Empat Mata), mendapat hati di banyak penonton. Acara kosong ini memberikan tawa yang renyah, sehingga kami berpendapat acara ini adalah tayangan lawak dengan setting acara talkshow.

Di dalam acara konyol ini, termasuk juga acara yang mengatasnamakan talkshow lainnya, selalu ada satu persamaan. Yaitu terdapat pertanyaan bodoh yang selalu ditanyakan oleh pembawa acara. Pertanyaan paling bodoh itu adalah: "Sedang sibuk apa?"

Cmon lah. Dalam sebuah acara yang sifatnya mewawancarai seseorang, maka si pewawancara harus lebih dulu melakukan riset. Kalau saja pembawa acara sudah melakukan risetnya maka pertanyaan bodoh seperti itu tidak akan muncul. Pertanyaan yang seharusnya muncul adalah pertanyaan yang bersifat mendukung film, acara televisi, buku atau album terbaru dari tamu acara. Lagi pula apa untungnya mengundang tamu yang lagi tidak punya kegiatan apa-apa. Karena itu tamu yang diundang pasti harus punya kesibukan tertentu.

Memang membuat tayangan talkshow bukanlah hal yang mudah. Malah terhitung sulit. Pembawa acara harus punya kapasitas sebagai penghibur dengan cara yang cerdas, mampu melakukan wawancara dengan ringan tapi sanggup menjual barang dagangan si tamu tanpa harus terlalu berpromosi dan lagi-lagi harus sanggup mengundang senyum.

Bagaimana caranya? Terus terang kami tidak tahu caranya. Tapi kami adalah penonton yang tahu dengan apa yang ingin kami cari di televisi.

Not-so-pink Chick

Review Album: Ensiferum - From Afar


Mengikuti perkembangan arah genre metal kadang menggelikan. Perkembangannya tidak hanya didasari oleh musik saja, tetapi juga tema. Karena itu lahir lah metal bajak laut dan metal lagu rakyat atau dalam bahasa Inggrisnya folk metal. Ensiferum mengambil tema folk metal.

Musiknya adalah campuran dan kombinasi dari musik Eropa jaman kegelapan, power metal, melodic death dan vokal yang kasar. Sudah terbayang? Mendengarkan satu album Ensiferum seperti membawa kita kembali ke Eropa abad pertengahan dengan diiringi soundtrack metal. Dalam From Afar kita akan merasakan hembusan dingin angin di Eropa Utara, mengarungi lautan, penjelajahan ke desa-desa kecil, mabuk di tavern dan tentunya peperangan klasik.

Berarti ini adalah album yang bagus, karena kami bisa merasakan apa yang Ensiferum coba tawarkan kepada kami. Riff dan gempuran drum yang bertalu tidak diragukan lagi. Elemen folk tidak hanya berada di lapisan atasnya saja, tetapi berhasil masuk ke dalam ritme modern gitar, bas dan drum. Vokal kasar juga efektif digunakan tanpa menjadi terlalu menggelikan.

Apakah kami bilang tidak terlalu menggelikan? Karena ada momen yang sebenarnya terasa menggelikan, tetapi kemudian hilang dilibas oleh deru sound metal modern.

Kalau saja kami bisa lebih flus mendengarkannya tanpa mencoba mencari bahan tertawaan, Ensiferum adalah band yang serius. Serius dengan tema yang dibawakannya. Sampai anginnya pun terasa menusuk tulang.

Old Skuller

Thursday, November 26, 2009

Hidup Gaya: Sale Terus Menggoda


Bagi kami kamu perempuan, sale adalah kata yang sangat menggoda. Sale adalah kata sakti yang membuat kami mengeluarkan uang lebih banyak dari yang semestinya dan membeli barang yang belum tentu kami perlukan.

Logika dari sale adalah kesempatan untuk membeli barang dengan harga lebih murah dan kalau tidak cepat-cepat maka kesempatan itu akan hilang. Setahun belakangan ini, sale selalu kita lihat di mana-mana. Sedangkan setahun belakangan ini, uang di saku semakin pas-pasan.

Kata koran-koran, sale adalah cara terakhir dari para penjaja untuk mengembalikan gairah belanja yang melesu setelah negara ini terkena dampak krisis dunia. Dan dasar orang-orang Indonesia gila, saat mal-mal besar melancarkan jurus sale, yang terjadi tempat parkir tidak bisa lagi menampung gairah belanja yang berlebihan.

Coba perhatikan lagi. Sale sebenarnya tiap hari dilakukan oleh mereka. Hanya saja untuk waktu tertentu mereka menggembar-gemborkannya. Momen libur panjang akhir pekan juga tidak luput dari godaan sale. Para keluarga di kota-kota besar (maksudnya Jakarta dan sekitarnya) yang kehilangan akal mengajak pergi keluarganya untuk bersantai bersama, ujungnya lari ke mal.

Di sana, maka keluarga akan mengeluarkan uang untuk jajan dan kalau naluri mumpung sale muncul, biaya akhir pekan jadi melonjak.

Moral dari posting ini (damn, kenapa tema hari ini harus terlalu positif. Salahkan ke Hip Master) jangan terlalu tergoda untuk langsung membeli sale. Karena besok juga masih ada sale yang lain. Sale akan selalu ada.

Not-so-pink Chick


Foto dari www.sxc.hu

Cas Cis Cus Musik: Playlist adalah Mix Tape Jaman Ini


Libur akhir minggu panjang lagi. Tapi kalau pilihan kita adalah lebih banyak di rumah, apa yang baiknya kita lakukan? Apa yang bisa simultan dilakukan sambil mempersiapkan diri untuk ujian? (Kenapa tema posting hari ini harus terlalu positif? Old Skuller bertanya-tanya)

Kalau kita akhir-akhir ini terlalu sering keluar rumah dan tidak sempat lagi lebih banyak mendengarkan koleksi musik, kenapa tidak kita kembali saja dulu ke musik. Bongkar lagi koleksi CD dan cek kembali koleksi digital di dalam hard disk.

Mari kita teruskan kesenangan ini. Jaman dulu ada yang disebut dengan mix tape, yaitu merekam sejumlah lagu hit atau yang kita sukai yang sumbernya dari berbagai album, mengumpulkannya dalam satu kaset. Sekarang kita mengenalnya dengan playlist.

Susun kembali lagu-lagu yang mau kita dengarkan sepanjang hari. Karena format digital bisa menyediakan lebih banyak tempat daripada kaset, maka buatlah sebanyak-banyaknya. Dan kalau ternyata ada satu dua lagu yang tidak kita suka, loncati saja ke lagu berikutnya.

Kalau sudah begini, siapa yang perlu membeli CD kumpulan hits?

Old Skuller


Foto dari www.sxc.hu
 

Copyight © 2009 Live@Loud. Created and designed by