Friday, April 30, 2010

Gig Gossip: Slash Mau Datang Benar Gak Sih?


Kalau yang ini benar-benar kabar burung. Tapi ada pihak yang keceplosan ngaku di Twitter. Mahaka yang sebelumnya sukses mendatangkan Imogen Heap, tiba-tiba mengeluarkan tweet akan mendatangkan Slash tanggal 3 Agustus ini ke Jakarta Raya. Kemudian crew L@L yang antusias mulai mencari informasi lebih dalam.

Di sisi yang lain, Universal Music Indonesia yang merilis album solo Slash di Indonesia memberitahukan kalau beli CDnya, struk pembelian jangan dibuang. Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan rencana kedatangan Slash. Jadi struknya bisa diganti dengan tiket nonton Slash? Masak 75 ribu sudah bisa nonton Slash? Mungkin tersedia potongan harga untuk nonton kosernya. Atau mungkin struk itu nanti bisa ditukar dengan merchandise?

Tiba-tiba saja semuanya bungkam, dan spekulasi makin menggila di luar sana. Sementara di websitenya Slash, Indonesia belum masuk dalam daftar.

Jadi kalau ini benar-benar jadi gosip. Maaf ya...

Not-so-pink Chick

Gig Gossip: Java Rockin'Land Kembali Lagi Tahun Ini


Setelah berhasil menyerap banyak penonton, terutama di akhir minggu, Java Rockin'Land Kembali lagi tahun ini. Bertempat di lokasi yang persis sama, di Pantai Karnaval Ancol, festival rock ini akan digelar selama tiga hari dari tanggal 8 sampai 10 Oktober.

Seperti biasa, festival ini mengandalkan wish list yang kelihatannya heboh dan kemudian berganti-ganti menyisakan secuil konfirmasi. Dilihat dari wish listnya, kelihatannya festival ini menyasar ke rock yang lebih modern, walaupun di salah satu nama tercantum Stryper, termasuk generasi hair band 80-an yang doyan berceramah di atas panggung. Orianthi ada dalam wish list, yeah. Tapi jangan terlalu berharap, masih ada kemungkinan besar nama-nama itu berguguran.

Buat yang ingin lebih dengar rock yang lebih bertenaga, terdapat The Dilinger Escape Plan dalam nominasi. Bahkan nama ini sebenarnya bisa juga diundang masuk ke dalam Java Jazz Festival.

Bicara mengenai wish list tidak ada habis-habisnya. Kalau mau pasang posisi tunggu, harga tiket akan terus melangit. Kalau memang ingin menikmati suasana festival, boleh segera pesan setelah harga diumumkan dan dapat dibeli, dengan resiko nama yang tadinya di wish list akhirnya tidak dapat ditemui.

Not-so-pink Chick

Friday, April 16, 2010

Gig Gossip: Cuma 15 Ribu Perak Bisa Nonton Dashboard Confessional


Nampaknya memanggungkan artis internasional di antara artis lokal mulai menjadi tren. Tidak hanya diminati oleh produsen rokok saja, sekarang sudah mulai merambah ke produk-produk untuk remaja. Ponds akan mendatangkan Dashboard Confessional pada tanggal 29 Mei. Bertempat di Hall D, kompleks olah raga Senayan Jakarta, tiketnya bakal ditebar dengan harga sangat murah buanget. 15 ribu perak saja, ya ini betul dan bukan bohong.

Dengan tiga lembar 5 ribu perak, kita sudah bisa nonton Efek Rumah Kaca, Nidji, The Sigit dan Dashboard Confessional. Artinya Ponds sebenarnya sudah membayar penuh tarif artis-artisnya dan memasukkan harga tiket agar penontonnya bisa sedikit lebih terseleksi. Alias ini adalah proyek buang-buang uang Ponds. Tapi selama menguntungkan bagi kita yang senang nonton gig, kita dukunglah. Merk lain apalagi yang mau melakukan cara pemasaran seperti ini? Ayo mari, mari.

Hmm sepertinya ada CD terbaru Dashboard Confessional di meja L@L yang belum kita tulis reviewnya.

Hip Master

Thursday, April 15, 2010

Gig Gossip: Anda Meminta (Atau Tepatnya Anda Ditawari) Java Muskindo Mendatangkannya, All Time Low


Setelah Pitbull, ternyata Java Musikindo belum juga berhenti. Senjata Twitternya memang ampuh dan terbukti konsernya terus mendatangkan banyak penonton sehingga promotor satu ini tak gentar mendatangkan lebih banyak artis ke Indonesia. Kali ini, yang dapat jatah bulan Agustus adalah All Time Low. Band pop punk, punk pop, pop rock, glam rock atau apa lah yang terdengar mirip seperti Boys Like Girls ini akan melangsungkan pertunjukan langsungnya pada tanggal 4 Agustus malam.

Tapi punk yang satu ini bukan beraliran dan diamini oleh mereka yang berambut jigrak. Ini adalh bentuk pop paling punk atau punk paling pop, sehingga punknya sama sekali tidak lagi terdengar. Apa pun komentar L@L sepertinya konser All Time Low juga akan tetap dibanjiri oleh penonton yang ingin bersenang-senang. Kalau belum pernah dengar All Time Low sebelumnya, L@L pernah berkomentar tentang video klip Weightless di sini.

Harga tiket resminya belum diumumkan. Dan biasanya akan ada penjualan pre-sale yang harganya di bawah harga normal.

Hip Master

Wednesday, April 14, 2010

Review Album: Timbaland - Presents Shock Value II


Timbaland adalah mesin pencetak hit. Yang namanya juga lagu hit, maka haruslah dapat diterima oleh banyak kuping orang. Kalau bisa diterima banyak orang, maka lagunya sebaiknya dibuat dengan renyah dan mudah ditelan. Terdengar kacang, tapi pada prakteknya tidak semudah itu.

Shock Value 2 mencoba meneruskan apa yang telah dikerjakan Timbaland di Shock Value sebelumnya. Menggandeng banyak featuring dengan nama-nama besar, turut memperlihatkan pesona dan pengaruh Timbaland di dunia musik.

Diawali dengan Carry Out bersama JT, trek ini menjadi trek terbaik di album ini. Walaupun belum mendekati yang tak tertandingi Cry Me A River, tapi Carry Out masih menunjukkan bahwa Timbaland dan JT adalah duet yang maut.

Selanjutnya trek-trek dihiasi dengan auto tone dan efek suara berlapis-lapis. Terdengar sama seerti Shock Value sebelumnya? Ini adalah sekuel. Tentu saja resepnya tidak boleh berbeda jauh.

Walaupun menawarkan deretan banyak bintang tamu, tapi ini adalah sepenuhnya album Timbaland. Sepenuhnya dia memegang kontrol bagaimana para bintang tamu melantunkan nadanya dan mengikuti beat renyah yang dapat memuaskan selera paling rendah sekali pun.

Tidaklah dosa untuk membuat model musik seperti ini. Tetapi meninggalkan rasa berdosa bagi yang sangat menikmatinya. Apalagi di saat CD berhenti berputar, terasa ada lubang dalam menganga untuk minta diisi.

Hip Master

Layar Perak: Tidak Mau Nonton Sinema Perancis, Mati Aja Loe!

Film ini tidak hanya dibuat oleh Hollywood dan Bollywood. Di belahan dunia yang lain, film juga terus dibuat. Bedanya hanya pemasarannya tidak menggurita seperti dua kubu itu.

Perancis adalah salah satu negara yang rajin menggelar festival untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa film dari negara itu juga patut untuk ditonton. Walaupun sering menggelar festival tapi tetap masih belum bisa menmbus pasar komersial.

Negara ini sering kali memposisikan filmnya di sisi yang berbeda dengan film Hollywood yang kacangan dan mengejar hiburan saja. Tapi kenyataannya, toh beberapa film Perancis juga mengadopsi resep yang sama dengan Hollywood, seperti Taxi versi orisinilnya. Yang kemudian Taxi dibuat ulang oleh Hollywood dengan menambah genjotan tensi hiburan.

Tapi film Perancis tidak hanya Taxi. Orang-orangnya yang berbicara dengan bahasa romantis walaupun sedang marah-marah adalah sajian yang menarik. Cara filmnya bertutur juga memberikan sentuhan yang berbeda. Kalau di kepala kita terlalu banyak film Hollywood, saatnya dikeluarkan racun-racunnya dengan menonton film Perancis.

Festival Sinema Perancis akan digelar pada tanggal 15 April sampai 10 Mei di Jakarta, Balikpapan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar. Kota selain Jakarta mendapatkan keistimewaan karena bisa sinemanya bisa ditonton dengan gratis.

Kalau punya alasan film Perancis tidak menarik ditonton karena bahasanya tidak dimengerti, maka itu adalah alasan yang sangat lemah. Akan tersedia teks bahasa Inggris bagi mereka yang tidak mengerti bahasa Perancis. Dan kalau alasan berikutnya adalah malas baca teks bahasa Inggris, maka mati aja loe!

Jadwal lengkap dan sinema yang akan diputar bisa dilihat di www.sinema-perancis.com dan berikut beberapa trailernya.









Not-so-pink Chick

Cas Cis Cus Musik: Justin Yang Satu Ini Sedang Banyak Penggemarnya Di Indonesia


Saya jauh lebih menyukai Justin Timberlake. Tapi yang dibicarakan di posting ini bukan Justin yang bersama Timbaland mencetak salah satu lagu terbaik yang pernah ada di dunia, Cry Me A River. Justin yang sedang digila-gilai di Indonesia adalah Justin Bieber, cowok imut 13 tahun dari Kanada yang di video klipnya terlihat seperti lelaki yang punya keinginan merayu cewek terlalu berlebihan. L@L pernah berbicara kotor mengenai video klipnya di sini dan di sini.

Sedangkan fenomena tetaplah fenomena, terlepas dari apa yang L@L pernah tulis. Album terbarunya, My Worlds, yang baru dirilis 13 hari sudah berhasil mencapai status gold, atau dalam angka adalah 5.000 unit. Suatu prestasi luar biasa bagi artis luar negeri yang posisinya digerus oleh artis lokal dan lapak bajakan. Dengan cepat, My Worlds yang berisikan dua disc, satu dari mini album sebelumnya dan satu lagi dari mini album terbarunya, sudah menyalip kompilasi Dahsyat. Tepuk tangan yang meriah buat JB!

Yang menariknya lagi adalah antusiasme penjualan album ini. Dikabarkan beberapa toko CD sudah mulai memesan kembali karena stok menipis dan permintaan masih deras mengalir. Pada hari pertama pemunculan album ini, walaupun tidak terjadi antrian mengular sampai keluar toko, pembeli yang tidak sabar sampai menyambar CD tersebut dari kotak kardus yang belum terdisplay di rak. Sekali lagi applaus bagi JB!

Antusiasme seperti ini sudah lama tidak terjadi, apalagi untuk ukuran artis luar negeri yang penjualannya biasa-biasa saja. Orang-orang kembali menyerbu toko CD. Ini yang L@L suka. Penggemar masih mencari album fisik, dan kalau saja lapak bajakan musnah, mungkin toko CD akan kewalahan dan penggemar yang kecewa akan membakarnya karena tidak bisa pulang membawa My Worlds (yang ini terlalu berlebihan). Bahkan JT harus iri dengan fenomena ini.

Tahun ini JB bisa bersanding dengan Cinta Laura sebagai penyemarak album fisik. Masih ada harapan buat toko CD.

Hip Master

Tuesday, April 13, 2010

Gig Report: Misfits Live di Jakarta

Setelah melewati antrian panjang sementara dua lagu sudah dimainkan semenjak kami di luar, kami akhirnya masuk ke dalam Dome. Langsung saja crew L@L tercerai berai. Old Skuller langsung merangsek ke depan, dan Hip Master memutari arena karena menemukan konser punk kali ini didatangi cukup banyak wanita yang biasanya tidak pernah muncul di konser lainnya. Sementara saya terjebak dengan memegang kamera Flip Video untuk mendokumentasikan beberapa lagu.

Kekhawatiran itu terjadi. Bukan rusuhnya konser punk, tapi sound yang bising. Pengalaman menonton band di Dome sebelumnya membuat kuping ini cukup sakit. Suara yang keluar didefinisikan sebagai bising, karena suara yang memantul.

Jerry Only yang seakan tidak peduli dengan kacaunya sound yang didengar penonton, terus ngebut menggeber lagu-lagunya. Seperti janjinya sebelumnya, lagu-lagu Misfits dari era klasik sampai yang lebih modern dibawakannya. Penonton yang tahu persis lagunya ikut menggoyangkan Dome, baik itu berasal dari album lama maupun terkini.

Sambil menampar bass yang berkepala tengkorak, Jerry terus menyanyi seperti sedang dikejar ratusan banteng marah di belakangnya. Dia tidak pernah melihat ke belakang, dan juga jarang menengok ke teman main di sampingnya. Komunikasi dengan penonton juga teramat minim. Paling dia hanya menyebutkan judul lagu dan kemudian lanjut bermain dan bernyanyi.

Dez Cadena yang memegang gitar baru mengambil posisi vokal kalau nomor dari Black Flag dimainkan. Walaupun juga tidak banyak bergerak seperti Jerry Only, tapi Dez lebih bergerak daripada Jerry. Di penghujung konser dia mendekat ke drum, dan itu adalah jarak paling jauh yang pernah dia lakukan di atas panggung.

Nomor-nomor yang ditunggu, seperti Death Comes Ripping, Die Die Die My Darling dan Green Hell disimpan di penutup acara. Selama hampir satu setengah jam, trio ini ngebut memuntahkan puluhan lagu yang saya juga sudah tidak peduli berapa banyak lagu mereka mainkan.

Bagi penggemar punk, malam itu seperti melihat dewa turun ke bumi. Apa pun yang dilakukan oleh tiga orang itu di atas panggung adalah pentasbihan bahwa mereka telah bertemu dengan legenda.

Bagi yang tidak terlalu peduli dengan punk, malam itu adalah kebisingan dan kebosanan karena trio ini tidak banyak melakukan aksinya di atas panggung. Ngebut, ngebut dan ngebut. Kalau ngebut, maka yang benar-benar suka yang bisa menikmatinya.







Not-so-pink Chick
 

Copyight © 2009 Live@Loud. Created and designed by